Sabtu, September 15, 2012

Puisi


Ah, sepertinya aku harus melupakan dia

Karena toh dia sama sekali gak menganggap kehadiran ku
Lagi pula Allah telah membuat sebuah jarak yang sangat lebar antara aku dan dia
Jarak yang tak mungkin tersebrangi sampai kapan pun.

Aku tahu itu dari dulu
Bahwa aku dan dia tak mungkin bersatu
Toh aku masih terlalu bodoh untuk memelihara rasa itu
Padahal aku tahu ketika jatuh dari langit ke tujuh akan sangat menyakitkan.

Biarlah aku seperti Lancellot yang mencintai Guinevierre
Meski pun bila Guinevierre mencintai sang Ksatria
Putri ku sama sekali tak menganggap hadir ku di sini.

Bagaimana mungkin ini bisa terjadi
Ketika ragaku hadir disini
Jiwaku melayang entah kemana
Mungkin ke khayangan
Mungkin ke neraka
Mungkin tertidur lelap dalam gelapnya hati
Entah ...

Mungkinkah ini untuk terakhir kali ?
Entahlah, aku ragu
Biasanya aku terlalu bodoh untuk berhenti ketika ada kesempatan
Biasanya aku selalu terjerumus dalam lubang yang sama.

Ketika aku tahu sakitnya akan sangat tak terperi
Justru kuulangi lagi perasaan itu
Justru kusambut lagi rasa itu
Justru kubiarkan dia menggerogoti hati
Justru kupersilahkan dia mengosongkan jiwa.

Inginnya sih aku berteriak, “I don’t care !”
Tapi gak bisa ...
Tapi gak mampu
Maka terulanglah lagi sejarah berkali-kali
Dan aku tak bisa menghindar dari kenyataan
Dan aku sekali lagi terjerembab kesakitan
Sekali lagi tenggelam tak berdaya
Sekali lagi terjebak dalam genggaman takdir.

( Novel “BIDADARI SEBERANG JURANG”  karya : Arya Nasution )

0 Responses to “Puisi”

Poskan Komentar

All Rights Reserved ikhwanib | Blogger Template by Bloggermint